Bayer Leverkusen memutuskan untuk memecat Emir Spahic

Bayer Leverkusen memutuskan untuk memecat Emir Spahic

Bayer Leverkusen memutuskan untuk memecat Emir Spahic

Bayer Leverkusen memutuskan untuk memecat Emir Spahic

Emir Spahic mendapatkan sanksi berat atas Perkelahian yang dilakukannya dengan petugas keamanan stadion pada saat timnya mengalami kekalahan dari Bayern Munchen di laga DFB Pokal 9 April lalu.

Berakhirnya pertandingan yang harus di lakukan melalui adu penalti, Emir Spahic didapati berkelahi dengan petugas keamanan stadion. Pemain asal Bosnia-Herzegovina ini tertangkap kamera ingin melakukan tandukan terhadap salah satu petugas keamanan stadion.

Awalnya, Emir Spahic menolak untuk meminta maaf dengan alasan ingin melindungi saudaranya yang mendapat penghinaan dari petugas keamanan stadion. Kejadian tersebut membuat klubnya langsung bertindak tegas dengan memjatuhkan hukuman berat kepada pemain bertahannya yang berusia 34 tahun itu.

Bayer Leverkusen secara mutlak memecat Emir Spahic menyusul kecelakaan seusai laga DFB-Pokal kontra Bayern Munchen, Demikianlah pernyataan resmi dari klub Bayer Leverkusen.

Direktur Bayer Leverkusen, Michael Schade, mengatakan tidak memiliki pilihan lain selain memecat Emir Spahic. “Emir Spahic adalah salah satu pemain yang hebat. Namun, setelah video tindakan tak terpujinya beredar, kami sangat terkejut dan sangat kecewa. Saat ini kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kariernya di masa depan.

Di lain masalah, Emir Spahic juga menyebutkan Atletico Madrid sebagai tim yang licik. Atletico Madrid hanya mengandalkan permainan keras untuk menang. Emir Spahic yang kecewa harus mengalami kekalahan atas Atletico Madrid di adu penalti dalam laga sengit Liga Champions.

Dengan semua masalah yang di perbuatnya, Emir Spahic mendapatkan sanksi tambahan dari Federasi Sepakbola Jerman. Emir Spahic di kenakan denda 20.000 euro dan sanksi larangan bermain selama tiga bulan. Karena sanksi tersebut, Emir Spahic baru bisa bermain kembali pada pertengahan bulan juli mendatang.

Emir Spahic mengaku menyesal atas semua tindakan yang di perbuatnya, dan meminta maaf kepada korban dan keluarganya. Emir Spahic juga sudah mengucapkan selamat tinggal kepada klubnya, pelatih, Staf, dan rekan-rekan setimnya.